Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perekonomian Provinsi Papua Barat Daya pada triwulan III-2026 tumbuh sebesar 2,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp9,82 triliun menjadi Rp10,17 triliun, sementara PDRB atas harga konstan juga mengalami kenaikan. Hampir semua sektor usaha mencatatkan pertumbuhan positif, kecuali sektor jasa keuangan dan asuransi yang mengalami kontraksi.
Pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor akomodasi dan makanan minum, jasa pengadaan air bersih, serta jasa konstruksi. Peningkatan PDRB juga didukung oleh kinerja pengeluaran, terutama konsumsi pemerintah yang tumbuh 8,03 persen. Secara kumulatif, perekonomian di Papua Barat Daya tumbuh 3,18 persen dari triwulan I hingga III 2026.





Komentar 0