Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT melaporkan inflasi tahunan pada Oktober 2026 mencapai 2,87 persen, meningkat dari 2,67 persen di bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya indeks harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang 0,97 persen. Komoditas angkutan udara dan emas perhiasan juga memberikan andil signifikan terhadap inflasi tahunan.
Secara bulanan, NTT mengalami inflasi sebesar 0,15 persen setelah tiga bulan deflasi. Kenaikan harga daging ayam ras menjadi penyebab utama inflasi bulanan, disertai oleh inflasi pada kelompok pendidikan dan cabai merah. Inflasi tahun kalender hingga Oktober 2026 tercatat 1,45 persen, dengan beberapa wilayah seperti Kabupaten TTS dan Ngada masih di bawah target inflasi pemerintah.





Komentar 0