Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) menggelar aksi nasional Seribu Lilin di 10 provinsi untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto dan mendesak Polri mengusut tuntas kasus penyadapan ilegal. Direktur Eksekutif LPI, Akhrom Saleh, menyatakan aksi ini adalah bentuk komitmen pemuda dalam menjaga kepemimpinan nasional serta proses penegakan hukum. LPI juga meminta Polri bertindak profesional dan objektif dalam penyelidikan, termasuk terhadap kemungkinan keterlibatan pihak internal.
Aksi simbolik ini meliputi seruan kepada generasi muda untuk lebih aktif dalam mengawasi permasalahan kebangsaan. LPI menegaskan pentingnya penanganan serius terkait kasus penyadapan ini, yang menyangkut privasi pejabat negara. Sekretaris Nasional LPI, Mahardhika Prakasha Shatya, menegaskan bahwa masyarakat perlu tetap kritis dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Secara resmi, LPI memperkuat posisinya dengan lima poin pernyataan, termasuk dukungan terhadap Presiden Prabowo dan mendorong Polri untuk menegakkan hukum secara adil dan transparan. LPI menolak segala bentuk penyalahgunaan kewenangan yang dapat merusak independensi penegakan hukum dan mendorong penguatan sistem pengawasan internal Polri agar tetap berintegritas.





Komentar 0