Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa temuan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium menunjukkan masih adanya mafia pangan di Indonesia. Ia meminta kritik konstruktif terhadap pemerintah, tetapi tidak untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Amran menekankan pentingnya menjaga distribusi pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat, mengingat pangan adalah komoditas strategis yang berpengaruh pada stabilitas ekonomi dan politik.
Temuan dugaan penyelewengan ini, yang melibatkan sekitar 600 ton beras, menunjukkan praktik ilegal dalam pengemasan dan penjualan beras bersubsidi dengan harga tinggi, yang merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan manfaat dari kebijakan pemerintah.





Komentar 0