Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan pencopotan delapan pejabat Bapanas dan Perum Bulog akibat dugaan penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pencopotan ini dilakukan setelah terungkap bahwa beras subsidi tersebut diduga dioplos dan dijual sebagai beras premium oleh pihak swasta. Selain itu, sembilan pelaku dari pihak swasta telah diproses hukum, dengan satu orang ditetapkan sebagai tersangka.
Amran menekankan bahwa tindakan ini mencerminkan tanggung jawab dalam pengawasan distribusi pangan nasional dan tidak akan membiarkan pelanggaran tanpa konsekuensi. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menambahkan bahwa penonaktifan pejabat dilakukan untuk menjaga integritas selama proses penyelidikan berlangsung. Jika terbukti tidak terlibat, hak pejabat tersebut akan dipulihkan, sementara yang terbukti bersalah akan diproses sesuai hukum.





Komentar 0