Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium dapat mengganggu stabilitas harga pangan nasional. Amran menjelaskan bahwa pengoplosan ini dapat menyebabkan harga beras meningkat, sehingga merugikan masyarakat yang bergantung pada harga terjangkau dari program pemerintah. Ia menegaskan pentingnya menjaga tata kelola distribusi beras agar program SPHP berjalan sesuai tujuan awalnya.
Amran mengarahkan perhatian pada dampak negatif dari penyalahgunaan beras bersubsidi yang dijual dengan harga lebih tinggi, yang dapat menciptakan distorsi pasar dan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap ketersediaan beras. Dalam upaya menanggapi masalah ini, Mentan telah melakukan inspeksi mendadak di beberapa lokasi di Jakarta, menemukan ratusan ton beras SPHP yang diduga dipasarkan sebagai beras premium. Ia juga menyatakan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pengoplosan untuk mencegah praktik merugikan konsumen.
Sebagai langkah konkret, Amran telah mencopot delapan pejabat di Bapanas dan Perum Bulog terkait dugaan penyelewengan beras SPHP dan memproses hukum beberapa pelaku dari pihak swasta. Ia berharap langkah-langkah ini dapat meningkatkan transparansi dan keadilan dalam sistem pangan nasional, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pangan pemerintah.





Komentar 0