Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan perlunya pembenahan tata niaga pangan agar petani mendapatkan harga layak dan konsumen tidak terbebani oleh harga tinggi. Dalam acara di Makassar, Amran mengungkapkan bahwa inflasi saat ini tercatat 3,28 persen, di bawah target maksimal 3,5 persen, tetapi anomali harga tetap terjadi. Petani mengeluhkan rendahnya harga jual, sementara konsumen menghadapi harga tinggi, meskipun produksi pangan melimpah.
Amran menyarankan perlunya penguatan distribusi dan pengawasan perdagangan untuk mengatasi kesenjangan harga antara peternak dan konsumen. Ia menjelaskan bahwa tujuan pemerintah bukan hanya menurunkan harga di tingkat konsumen, tetapi juga memastikan petani mendapatkan imbalan yang adil. Rencana pembangunan fasilitas penyimpanan dingin dan penguatan koperasi diharapkan dapat membantu mengelola pasokan dan menjaga stabilitas harga di pasar.





Komentar 0