Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Joyce Bratanata, mengingatkan bahwa paparan asap rokok dapat memicu kolonisasi bakteri patogen di saluran pernapasan, meningkatkan risiko pneumonia bagi perokok aktif dan pasif. Ia menjelaskan bahwa bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dapat menyebabkan peradangan di paru-paru, yang berujung pada sesak napas dan rawat inap.
Paparan jangka panjang terhadap asap rokok juga dapat merusak jaringan paru-paru secara permanen, berpotensi menyebabkan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Joyce mengimbau perokok untuk tidak merokok di dalam rumah demi melindungi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia, serta menyarankan langkah-langkah pencegahan seperti mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit. Menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah terbaik untuk kesehatan pernapasan.
Komentar 0