Rachel Apa, mantan atlet hoki berusia 24 tahun, meninggal dunia saat mengikuti New York City Marathon akibat rhabdomyolysis. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan ekstrem jaringan otot, di mana otot yang rusak melepaskan zat berbahaya ke dalam aliran darah. Sebelum ambruk, Rachel sempat mengirim pesan kepada ayahnya, namun mengalami kesakitan saat perlombaan.
Para ahli mengingatkan bahwa rhabdomyolysis dapat terjadi pada pelari yang tampak sehat, terutama saat berolahraga di cuaca panas dan dehidrasi. Gejala seperti nyeri otot dan urine gelap sering kali tidak terlihat, sehingga kerusakan dapat berkembang secara diam-diam.





Komentar 0