Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Jambi menyoroti penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke pabrik di luar provinsi. Kepala BKAD, Agus Pirngadi, menyatakan bahwa pemerintah daerah sedang menelusuri informasi mengenai TBS dari kawasan perbatasan yang dijual ke pabrik di daerah tetangga. Hal ini diduga disebabkan oleh perbedaan harga pembelian TBS yang lebih kompetitif di luar Jambi.
Arus TBS keluar daerah perlu diperhatikan karena berdampak pada ekonomi lokal, terutama di tengah penurunan dana bagi hasil (DBH) sawit yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Agus mendorong gabungan kelompok tani untuk membentuk organisasi guna mendirikan pabrik kelapa sawit mini, sehingga petani dapat menjual TBS secara lokal dan menciptakan nilai tambah di Jambi. Pemprov Jambi akan melakukan kajian lebih lanjut untuk memahami kondisi ini secara akurat.
Komentar 0