Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Kamis sore, naik 110,49 poin atau 2,25 persen menjadi 5.030,26. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Pelaku pasar memperhatikan tindakan regulator pasar modal yang menerapkan sanksi baru atas dugaan pelanggaran, serta laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47 persen pada kuartal III-2026, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya.
Dari sisi global, bursa saham Asia menguat setelah Partai Demokrat memenangkan pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Kemenangan ini dipandang dapat mengurangi ketegangan dengan Iran, sehingga harga minyak berpotensi turun. Penurunan harga minyak diharapkan dapat menurunkan inflasi dan mengurangi kekhawatiran akan kenaikan suku bunga, memberikan dorongan tambahan bagi IHSG.
Semua sektor di bursa Indonesia mengalami penguatan, dengan sektor barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi. Saham-saham seperti BAJA dan BELL mengalami penguatan signifikan, sementara beberapa saham lainnya menunjukkan pelemahan. Total frekuensi perdagangan mencapai 9,97 juta transaksi dengan nilai perdagangan mencapai Rp22,45 triliun.





Komentar 0