Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan sebesar 1,02% pada sesi I perdagangan Selasa (3/11/2026), mencapai level 5.045,08. Meskipun diawali dengan penguatan pada pembukaan di 5.126,53, IHSG langsung tertekan oleh aksi jual yang memicu penurunan cepat. Setelah beberapa kali gagal mempertahankan level di atas 5.080 dan 5.060, indeks akhirnya mendekati titik terendah intrahari di 5.044,90.
Volume transaksi hari ini tercatat sebanyak 64,45 juta lot saham dengan nilai mencapai Rp2,4 triliun. Sentimen pasar dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pemilu sela di AS yang berpotensi mempengaruhi pasar global, serta penurunan harga minyak yang bisa berdampak positif bagi Indonesia. Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 7% setelah harapan menyusutnya konflik di Timur Tengah, yang diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi di dalam negeri.
Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar hari ini menjadi perhatian, dengan hasil kajian yang diharapkan dapat memberikan arahan bagi sektor keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian global. KSSK diharapkan menjelaskan dampak kebijakan baru dan menjawab pertanyaan publik mengenai kejatuhan pasar modal.
Sementara itu, data PMI Manufaktur China menunjukkan sedikit penurunan meski tetap berada dalam zona ekspansi, yang bisa mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi regional. Dengan berbagai faktor ini, pelaku pasar tetap waspada terhadap perkembangan lebih lanjut.





Komentar 0