Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyatakan bahwa aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) yang terhubung dengan 196 negara anggota Interpol, akan mempercepat dan meningkatkan akurasi deteksi buronan di pintu perlintasan Indonesia. Sistem ini adalah hasil kolaborasi antara Polri dan Ditjen Imigrasi, yang bertujuan untuk memperkuat pengawasan dan menjamin pelayanan keimigrasian tetap lancar bagi masyarakat.
Hendarsam menekankan pentingnya teknologi dalam pengawasan perbatasan guna mencegah kejahatan transnasional. Ia juga menegaskan komitmen bersama Polri dan Imigrasi dalam melindungi publik dengan visi dan doktrin yang sama. Aplikasi I-GHAS 24/7 memungkinkan petugas imigrasi melakukan verifikasi terhadap individu yang terdaftar sebagai buronan internasional dengan lebih cepat dan tepat.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyoroti pentingnya teknologi ini dalam mengatasi kejahatan lintas negara, seperti perdagangan orang dan penyelundupan narkotika. Rencananya, I-GHAS 24/7 akan terus dikembangkan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan data biometrik pada tahun 2027 mendatang.





Komentar 0