SpaceSail, perusahaan internet satelit asal China, berencana meluncurkan 10.000 satelit hingga 2030 untuk menyaingi Starlink milik Elon Musk. Saat ini, SpaceSail telah memiliki beberapa ratus satelit dan akan memproduksi lebih banyak untuk mencapai target tersebut. Proyek ini, yang juga dikenal dengan nama Qianfan, mendapatkan dukungan dari pemerintah Shanghai dan telah meraih pendanaan sebesar 7 miliar yuan pada 2026, meningkatkan valuasi perusahaan menjadi 50 miliar yuan.
SpaceSail mulai beroperasi pada 2024 dan perangkat pertama diproduksi pada 2023. Meskipun saat ini menggunakan satelit generasi pertama dengan kecepatan unduh 20 Mbps, SpaceSail berencana meluncurkan generasi kedua dan ketiga dalam waktu dekat. Saat ini, Starlink menawarkan kecepatan hingga 400 Mbps, sehingga SpaceSail harus meningkatkan teknologinya untuk bersaing.
Perusahaan ini tidak hanya menyasar konsumen individu, tetapi juga fokus pada sektor bisnis dan pasar internasional. Dengan demikian, model bisnis SpaceSail tampak lebih berorientasi pada pelanggan perusahaan. Ini menunjukkan strategi perusahaan untuk membangun kehadiran yang kuat di pasar global.
Selain SpaceSail, ada juga pesaing domestik yaitu China Satellite Network Group, yang menargetkan 13.000 satelit dalam proyek GuoWang. Peluncuran satelit oleh China Satellite Network Group telah berlangsung sepanjang 2026, menambah kompetisi di sektor internet satelit di China.





Komentar 0