Elon Musk mengonfirmasi bahwa SpaceX membatasi layanan internet Starlink di Ukraina setelah masalah konektivitas yang sebelumnya terjadi. Ia menuduh Ukraina melanggar syarat penggunaan dengan memanfaatkan layanan tersebut untuk aktivitas militer, meskipun tidak bertanggung jawab atas masalah lainnya yang terjadi di sistem Starshield milik AS. Sementara itu, penasihat presiden Ukraina menganggap klaim Musk sangat aneh dan menyatakan bahwa drone yang beroperasi dengan Starlink memiliki batas kecepatan tertentu yang membuatnya tidak dapat digunakan untuk serangan jauh ke wilayah Rusia.
Ukraina mengandalkan sistem Starlink untuk komunikasi di medan perang, terutama dalam daerah terpencil, sementara Starshield digunakan untuk operasi yang lebih aman. Meskipun Musk menegaskan bahwa penggunaan Starlink untuk serangan ofensif tidak diperbolehkan, Menteri Pertahanan Ukraina mengungkapkan bahwa koneksi kini stabil dan drone dapat mencapai kecepatan di atas 400 km/jam. Ini menunjukkan peningkatan signifikan setelah masalah konektivitas yang berkepanjangan, yang bertepatan dengan ketegangan diplomatik antara Ukraina dan AS mengenai serangan ke infrastruktur minyak Rusia.
Konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut, dengan serangan udara timbal balik yang menyebabkan korban jiwa. Ukraina melaporkan beberapa insiden serangan di berbagai daerah, termasuk serangan drone yang mengakibatkan kerusakan pada gedung apartemen. Dalam konteks ini, pentingnya layanan Starlink bagi Ukraina semakin jelas, tidak hanya untuk komunikasi tetapi juga untuk strategi militer yang lebih efektif di tengah konflik yang berkepanjangan ini.





Komentar 0