María Corina Machado, pemimpin oposisi Venezuela, kembali ke negara asalnya setelah lebih dari 10 bulan dalam pengasingan. Kembalinya Machado disambut oleh banyak pendukungnya, meskipun situasi politik di Venezuela tetap tegang. Sebelumnya, ia menghadapi berbagai rintangan untuk kembali, termasuk dugaan keterlibatan AS dalam penundaan kepulangannya.
Machado, yang dikenal sebagai pendukung demokrasi, berencana untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan mendatang setelah memenangkan pemilihan pendahuluan independen pada tahun 2023. Namun, pemerintah Nicolás Maduro melarangnya untuk mencalonkan diri, mengklaim adanya penipuan. Kembalinya Machado dianggap sebagai langkah penting menuju transisi demokrasi di Venezuela, dan mendapat dukungan dari pemerintah AS.





Komentar 0