Posting
senci

Dinkes Kaltim ingatkan pentingnya mitigasi dini hadapi lonjakan DBD

Dinkes Kaltim ingatkan pentingnya mitigasi dini hadapi lonjakan DBD

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan pentingnya mitigasi dini untuk menghadapi potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diprediksi akan terjadi pada Desember hingga Januari. Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menekankan bahwa DBD dapat dicegah sepenuhnya, meskipun tingkat fatalitas kasus masih mendekati satu persen. Dari Januari hingga Agustus 2026, terdapat 2.817 kasus DBD dengan lima kematian, angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Andi mengungkapkan bahwa puncak kasus DBD biasanya muncul 1 hingga 1,5 bulan setelah awal musim hujan, sehingga persiapan perlu dilakukan sejak saat ini. Dinkes Kaltim meminta semua Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk mengaktifkan kembali gerakan pemberantasan sarang nyamuk, dengan fokus pada program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).

Selain itu, Dinkes Kaltim mendorong pemanfaatan data dan teknologi untuk memetakan daerah rawan DBD secara akurat. Pengendalian DBD harus dilakukan dengan analisis berbasis data serta pemetaan menggunakan sistem informasi geografis untuk mengidentifikasi titik konsentrasi kasus.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan prioritas kegiatan pencegahan berdasarkan kondisi wilayah. Dinkes Kaltim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam langkah pencegahan, termasuk edukasi masyarakat dan kesiapan fasilitas kesehatan, guna menekan angka kematian akibat DBD.

Sumber: ANTARA Kalimantan Timur Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita terkait

Berita untukmu

✨ Tanya Jeni 📄 Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar