Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, memperkuat mitigasi bencana melalui sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, serta pemantauan debit air sungai. Wali Kota Pariaman Yota menyatakan bahwa mereka telah memiliki blueprint tata kelola kebencanaan, termasuk Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2026-2030 dan Kajian Risiko Bencana (KRB). Selain itu, Pariaman juga menerima bantuan Earthquake Early Warning System (EEWS) dari BMKG dan memiliki High-Frequency Radar Array Tsunami untuk memantau kondisi laut hingga 150 kilometer.
Pariaman perkuat mitigasi bencana melalui sistem peringatan dini





Komentar 0