PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 31,23% secara tahunan hingga September 2026, mencapai Rp 2,43 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan penjualan bersih yang mencapai Rp 28,13 triliun, meningkat 3,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp 109 dari Rp 83 sebelumnya.
Selama sembilan bulan pertama 2026, Mayora Indah mengalami penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp 21,07 triliun. Hal ini berkontribusi pada peningkatan laba kotor yang mencapai Rp 7,06 triliun, lebih tinggi dari Rp 5,76 triliun pada tahun lalu. Namun, beban usaha mengalami kenaikan, menjadi Rp 4,19 triliun, dengan penyebab utama berasal dari peningkatan beban penjualan dan administrasi.
Laba usaha Mayora Indah juga tumbuh menjadi Rp 2,87 triliun, naik dari Rp 2,39 triliun pada tahun lalu. Perusahaan mencatatkan keuntungan selisih kurs mata uang asing bersih sebesar Rp 371,12 miliar, serta penurunan beban bunga menjadi Rp 288,19 miliar. Laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp 3,10 triliun.
Setelah dikurangi pajak, laba tahun berjalan MYOR mencapai Rp 2,47 triliun, naik dari Rp 1,88 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Meskipun total aset menurun menjadi Rp 29,18 triliun, liabilitas dan ekuitas tercatat masing-masing sebesar Rp 10,01 triliun dan Rp 19,15 triliun.





Komentar 0