Sampah organik dari dapur menjadi masalah signifikan di Indonesia, dengan sisa makanan menyumbang 40% dari total limbah harian. Mengolah limbah ini menjadi pupuk kompos tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan kualitas tanah. Untuk membuat pupuk kompos, diperlukan bahan hijau seperti sisa sayuran dan bahan cokelat seperti daun kering, yang dicampur dalam wadah dengan sirkulasi udara yang baik.
Proses pengadukan dan kontrol kelembapan penting untuk menghasilkan kompos matang dalam 4 hingga 8 minggu, yang siap digunakan untuk tanaman.





Komentar 0