Sebanyak 50 istri petani di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun, Papua Barat Daya, merintis usaha pangan olahan dengan pendampingan dari Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya. Mereka belajar mengolah cabai, tomat, dan jantung pisang menjadi produk bernilai tambah seperti sambal dan abon, untuk dipasarkan ke swalayan lokal serta pusat oleh-oleh di Raja Ampat.
Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani yang mengeluhkan rendahnya harga jual hasil kebun. Dengan program Sekolah Foodpreneur Pangan Lokal, para peserta dilatih dalam pemilihan bahan, teknik pengolahan, serta pemasaran. Harapannya, usaha ini dapat memberikan nilai tambah bagi hasil panen dan membantu keluarga petani untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
Komentar 0