Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menanggapi laporan media yang menyebutkan bahwa Iran akan melakukan tindakan militer sebagai respons terhadap sanksi terbaru dari Amerika Serikat (AS) yang menargetkan penerbangan Iran. Dalam pernyataannya, dewan tersebut menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar dan menyatakan bahwa Iran sedang berunding dengan sejumlah negara untuk mencabut pembatasan penerbangan. Meskipun ada kemungkinan tindakan balasan terhadap bandara tertentu, dewan berharap hal tersebut tidak perlu terjadi.
Pernyataan ini muncul setelah Menteri Keuangan AS mengumumkan bahwa mulai 23 September, maskapai penerbangan Iran akan dilarang mengoperasikan penerbangan akibat sanksi tersebut.
Komentar 0