Penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 22,8 persen pada triwulan II 2026, mencapai Rp223,17 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa berbagai bisnis masih sangat bergantung pada pembiayaan perbankan. Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menyatakan bahwa pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional dan didorong oleh kredit modal kerja yang tumbuh 42,3 persen serta kredit investasi yang meningkat 24,41 persen.
Sektor pertambangan mencatat pertumbuhan tertinggi dengan 63,5 persen, diikuti oleh industri pengolahan sebesar 43,7 persen. Meskipun pertumbuhan kredit meningkat, rasio kredit bermasalah tetap terjaga di angka 1,35 persen, menunjukkan kualitas pembiayaan yang baik. Pertumbuhan kredit ini juga terdistribusi dengan baik di beberapa kabupaten dan kota, terutama di Balikpapan dan Samarinda, yang menyumbang sekitar 50 persen dari total kredit Kaltim.
Komentar 0