Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, menekankan perlunya memulihkan situasi di Selat Hormuz ke kondisi sebelum 28 Februari tanpa biaya atau pembatasan. Dalam Debat Umum PBB, ia menyerukan kebebasan navigasi di perairan internasional dan menolak penggunaan jalur tersebut sebagai alat tekanan. Faisal menegaskan bahwa keamanan kawasan Teluk berkaitan dengan keamanan energi global dan perdagangan internasional.
Konflik yang terjadi akibat serangan militer AS dan Israel terhadap Iran telah mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, berdampak pada ekspor minyak Arab Saudi.
Komentar 0