Masuk

Aturan Ekspor Pakistan Dinilai Untungkan China, Picu Sengketa Jepang

Pemerintah Pakistan akan menerapkan regulasi baru berupa kewajiban ekspor 12 persen untuk produsen lokal, yang diperkirakan akan menguntungkan merek otomotif China dan memicu sengketa dagang dengan Jepang di WTO. Kebijakan ini merupakan bagian dari Automotive Industry Development Policy (AIDP) 2026-31 yang disetujui Perdana Menteri Shehbaz Sharif pada 9 September. Target ekspor diharapkan meningkat dari 10 persen menjadi 12 persen pada 2031, dengan sanksi bagi produsen yang tidak memenuhi target.

Jepang telah mengajukan keberatan atas regulasi ini, yang dianggapnya tidak sesuai dengan Perjanjian WTO. Sementara itu, industri otomotif Pakistan menilai kebijakan ini cenderung menguntungkan pabrikan China, karena insentif yang lebih besar dibandingkan dengan pabrikan Jepang.

Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita untukmu

Masuk ke senci

Baca bebas tanpa akun. Masuk untuk menyukai, berkomentar, & personalisasi.
atau pakai email

Pilih minatmu

Biar "Untuk Anda" pas dengan seleramu.
πŸ“„ Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar