Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa utang proyek Kereta Cepat Whoosh berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan. Hingga semester I-2026, KAI mencatat kerugian mencapai Rp 5,13 triliun. Bobby berharap pengalihan proyek Whoosh ke Kementerian Keuangan dapat segera dilakukan untuk membantu belanja modal perusahaan.
Meskipun ada kerugian, tidak semua kerugian tersebut mempengaruhi cash flow KAI. Proses pengalihan Whoosh masih dalam kajian Kemenkeu, dan KAI belum menerima informasi lebih lanjut tentang skema tersebut. Kinerja keuangan KAI menunjukkan penurunan, dengan laba bersih turun 74,12% meskipun pendapatan meningkat menjadi Rp 17,95 triliun.
Komentar 0