Bahasa isyarat memiliki karakteristik dan makna yang berbeda di setiap negara dan wilayah. Menurut World Federation of the Deaf (WFD), tidak ada bahasa isyarat yang bersifat universal; lebih dari 300 bahasa isyarat digunakan di seluruh dunia, dan lebih dari 200 di antaranya adalah bahasa isyarat nasional. Di Indonesia, terdapat Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang berkembang secara alami dalam komunitas Tuli dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang disusun untuk pendidikan formal.
Penggunaan istilah bahasa isyarat Indonesia tidak berarti semua masyarakat Tuli di daerah tersebut menggunakan gerakan yang sama. International Sign ada, tetapi bukan pengganti bahasa isyarat nasional. Pemahaman akan perbedaan ini penting agar bahasa isyarat dihargai sebagai bagian dari identitas dan budaya masyarakat Tuli.
Komentar 0