Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan dukungannya terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dalam pidato pertamanya di Sidang Majelis Umum PBB. Ia menegaskan komitmen Jepang terhadap multilateralisme meskipun ada sanksi dari Amerika Serikat terhadap ICC. Takaichi menolak kritik China mengenai kebangkitan neo-militerisme Jepang dan menekankan pentingnya PBB dalam menjaga perdamaian global.
Ia juga mengungkapkan perhatian terhadap sanksi AS yang dikenakan pada presiden ICC, Tomoko Akane, dan menyatakan bahwa Jepang akan terus mendukung supremasi hukum dalam penyelesaian konflik internasional. Selain itu, Takaichi mengumumkan rencana kerja sama untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan energi negara-negara Teluk di tengah ketidakpastian global.
Komentar 0