Setelah enam hari pencarian, jasad Surakman, anak buah kapal (ABK) dari speedboat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis, ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut teridentifikasi melalui pencocokan DNA. Kapal Arupadhatu 1 hilang kontak di Selat Sunda pada 7 September saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Operasi SAR resmi dihentikan pada 17 September setelah tidak ada temuan signifikan. Keluarga jurnalis dan awak kapal melaksanakan tabur bunga di lokasi hilangnya kapal.
Komentar 0