Ukraina melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Rusia pada 20 September, termasuk penggunaan senjata baru bernama "Pelican". Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam fasilitas industri minyak dan logistik utama Rusia, yang bernilai miliaran dolar. Serangan ini terjadi pada hari terakhir pemungutan suara pemilihan parlemen Rusia dan menewaskan tiga orang.
Pelican masih misterius, apakah berupa rudal balistik taktis atau drone, dan belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini. Ukraina juga mengembangkan teknologi baru untuk menghadapi serangan drone Rusia, menunjukkan peningkatan kapasitas produksi senjata dalam negeri yang signifikan. Sementara itu, serangan terhadap fasilitas energi Rusia terus meningkat, dengan dampak pada pasokan energi global.
Komentar 0