Organisasi pemuda di Indonesia mendukung langkah Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memberantas kecurangan beras fortifikasi. Ketua Umum Rembuk Pemuda, Aidil Pananrang, menegaskan pentingnya perlindungan konsumen dan penyaluran beras fortifikasi yang tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak. Dugaan kecurangan ini melibatkan 25 merek beras yang tidak sesuai standar, merugikan konsumen hingga Rp89 triliun. Organisasi pemuda juga mengapresiasi respon cepat pemerintah dan siap berperan dalam mengawasi sektor pangan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan praktik curang dan telah menyerahkan kasus ini kepada Satgas Pangan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Organisasi pemuda dukung pemerintah atasi kecurangan beras fortifikasi
Komentar 0