Di Pekanbaru, 570 pengungsi Rohingya menjalani kehidupan sehari-hari di kamp pengungsian dekat Rumah Detensi Imigrasi. Di antara mereka, sekitar 200 adalah anak-anak yang bermain dan berinteraksi di lingkungan tersebut. Meskipun tinggal di bangunan sederhana dari kayu dan terpal, pengungsi tetap melaksanakan berbagai aktivitas, termasuk membuka warung dan bekerja sebagai pekerja bangunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keseharian mereka mencerminkan ketahanan dan semangat untuk bertahan hidup meskipun dalam keterbatasan.
Melihat Kehidupan Pengungsi Rohingya di Pekanbaru
Komentar 0