Kasus beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar membuat masyarakat perlu lebih cermat saat membeli. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan 25 merek beras yang diduga tidak sesuai dengan SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025. Beras fortifikasi adalah beras yang ditambahkan zat gizi untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien. Untuk membedakan beras fortifikasi yang sesuai standar, konsumen harus memperhatikan informasi pada kemasan, izin edar produsen, dan karakteristik kernel beras fortifikan. Pengujian laboratorium diperlukan untuk memastikan kandungan vitamin dan mineral sesuai klaim. Konsumen diingatkan agar tidak mudah percaya pada klaim produk hanya berdasarkan tampilan atau eksperimen sederhana yang beredar di media sosial.
Cara Membedakan Beras Fortifikasi Asli dan Palsu
Komentar 0