Produksi gas dari FPU Jangkrik terus meningkat, mencapai lebih dari 717 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) per 8 November 2026, mendekati kapasitas maksimum 750 MMSCFD. Peningkatan ini didorong oleh pengembangan lapangan gas yang dikelola ENI seperti Jangkrik, Marakes, dan Maha. Djoko Siswanto dari SKK Migas menyatakan bahwa pihaknya berupaya meningkatkan produksi hingga mencapai target 725-750 MMSCFD dalam beberapa hari ke depan.
Lapangan Jangkrik mengalami peningkatan produksi sekitar 60 MMSCFD, dengan rata-rata saat ini mencapai lebih dari 95 MMSCFD. Lapangan Marakes, yang menggunakan skema Gross Split, berhasil mempertahankan produksi stabil di atas 400 MMSCFD. Sementara Lapangan Maha telah memulai produksi dengan dua sumur, Maha-3 dan Maha-4, yang saat ini dalam tahap ramp-up dan mencapai sekitar 220 MMSCFD.
Meskipun sumur Maha-3 mengalami kendala penyumbatan, upaya perbaikan telah dilakukan. Peningkatan produksi dari ketiga lapangan ini sangat penting untuk mengoptimalkan kapasitas FPU Jangkrik yang dibangun di Busan, Korea Selatan, dan yang pernah mencatatkan produksi puncak 750 MMSCFD sekitar sepuluh tahun lalu.
Capaian produksi ini mencerminkan kontribusi pengembangan lapangan gas baru serta optimalisasi lapangan yang ada dalam menjaga dan meningkatkan produksi gas nasional. SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi guna memanfaatkan kapasitas fasilitas yang tersedia.





Komentar 0