Proses pemulihan lingkungan akibat tumpahan solar di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terus berlanjut meski pemilik kendaraan yang terlibat mengalami kendala finansial. Insiden ini terjadi setelah truk tangki terbalik pada 8 September 2026, mencemari aliran Sungai Saka Kanan. Uji laboratorium menunjukkan tingkat pencemaran parah, jauh di atas baku mutu yang ditetapkan.
P2HB dan instansi terkait kini menggandeng Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman untuk memastikan pemulihan berlangsung sesuai standar, meskipun pemilik kendaraan hanya mampu melakukan beberapa langkah awal pemulihan.




Komentar 0