Posting
senci

Harga Bitcoin Turun ke US$76.800, Analis Ungkap Penyebab Rebound Gagal

Harga Bitcoin Turun ke US$76.800, Analis Ungkap Penyebab Rebound Gagal

Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan kembali setelah upaya pemulihan yang gagal, dengan harga mencapai US$76.800 pada 3 November 2026. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya permintaan on-chain dan likuidasi posisi long di pasar derivatif. Meskipun ada sentimen positif dari pemulihan layanan Binance dan penurunan harga minyak, Bitcoin tidak mampu mempertahankan momentum kenaikan, menembus level US$79.000.

XWIN Japan melaporkan bahwa tekanan jual terlihat sebelum pembukaan Wall Street, menunjukkan bahwa penurunan ini berasal dari kondisi internal pasar kripto, bukan hanya dampak pasar saham AS. Selama 24 jam, sekitar 70 persen dari total likuidasi Bitcoin senilai US$100 juta berasal dari posisi long, mengindikasikan trader yang bertaruh pada kenaikan harga menjadi sumber tekanan saat pasar bergerak turun.

Indikator Apparent Demand menunjukkan penurunan tajam, berada di bawah rata-rata 30 hari, menggambarkan lemahnya permintaan di pasar. Bitcoin melanjutkan penurunan ke area US$76.600, membawa harga ke bawah cost basis investor sebelumnya. Ini meningkatkan risiko penjualan ketika harga menguat, dengan investor berpotensi memanfaatkan rebound untuk mengurangi kerugian.

Meskipun ada pembelian Bitcoin di pasar spot, aktivitas tersebut tidak cukup untuk menyerap tekanan jual dari kontrak futures. Sementara itu, Binance terus berusaha memulihkan operasional setelah insiden keamanan, tetapi dampak negatif dari lemahnya permintaan masih membayangi pergerakan harga Bitcoin.

Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita terkait

Berita untukmu

✨ Tanya Jeni 📄 Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar