Peretasan pada Binance membawa dampak signifikan terhadap pasar kripto global, terutama pada harga Bitcoin yang turun sekitar 2,5% menjadi kisaran US$ 78.000 pada 30 Oktober 2026. Estimasi kerugian dari insiden ini mencapai US$ 6,3 miliar, dan meskipun dampaknya cenderung bersifat jangka pendek, pasar mengalami tekanan lebih besar, terutama pada altcoin. Menurut analisis, Bitcoin berada pada level support penting di US$ 78.505 dan bisa menguji area US$ 72.928 jika tekanan jual berlanjut.
Sementara itu, minat investor institusi terhadap Bitcoin tetap ada, dengan arus masuk bersih di spot Bitcoin ETF mencapai US$ 137,33 juta pada 29 Oktober. Prospek harga Bitcoin hingga akhir tahun diperkirakan berada di rentang US$ 73.000 hingga US$ 82.000, tergantung pada berbagai faktor seperti hasil pemilu paruh waktu di AS dan kebijakan suku bunga The Fed. Ethereum dan altcoin lainnya diprediksi mengikuti pergerakan Bitcoin dengan volatilitas yang lebih tinggi.
Bagi investor jangka panjang, situasi ini dapat dianggap sebagai peluang untuk melakukan pembelian bertahap, meskipun harus tetap waspada terhadap ketidakpastian pasar saat ini. Dengan demikian, analisis dan strategi investasi yang hati-hati menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi pasar kripto yang mungkin terjadi.





Komentar 0