Ilya Lichtenstein, mantan narapidana yang pernah membobol Bitfinex, mengungkapkan bahwa kelemahan keamanan bursa kripto, termasuk Binance, terletak pada akses karyawan, bukan hanya teknologi. Ia menjelaskan bahwa serangan yang mirip dengan metode kelompok peretas Korea Utara dapat terjadi melalui celah dalam sistem internal. Binance juga mengkonfirmasi dugaan keterlibatan teknisi DevOps dalam peretasan yang mengakibatkan pencurian sekitar Rp114 triliun, dan FBI mengidentifikasi kelompok peretas TraderTraitor sebagai pelaku utama.
Meskipun sebagian aset telah dibekukan, catatan permanen di blockchain tetap menjadi tantangan bagi pencuri kripto.





Komentar 0