Serangan udara Rusia di desa Komyshuvakha, wilayah Zaporizhzhia, menewaskan setidaknya 24 orang, termasuk dua penyelamat dan empat petugas polisi. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut serangan ini sebagai 'sangat mengerikan' dan menegaskan bahwa Rusia tidak ingin deeskalasi. Setelah serangan pertama di sekolah yang digunakan untuk kebutuhan kemanusiaan, serangan kedua menghantam tempat perlindungan warga.
Jumlah korban mungkin akan meningkat karena masih ada orang yang terjebak di bawah reruntuhan, sementara tim penyelamat terpaksa menghentikan operasi mereka akibat serangan drone Rusia.





Komentar 0