Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan hingga sedang di 19 wilayah Indonesia pada Senin, 2 November 2026. Meskipun musim kemarau masih mendominasi, kondisi ini dipicu oleh interaksi fenomena El Niño yang kuat dan IOD positif. Akibatnya, meskipun terjadi kekeringan, hujan lebat tetap berpotensi terjadi.
BMKG menjelaskan bahwa faktor utama hujan ini adalah ketersediaan uap air yang tinggi, interaksi angin, serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya. Prediksi untuk 10 hari ke depan menunjukkan 67,62% wilayah Indonesia akan mengalami presipitasi kategori menengah. Dinamika atmosfer yang terjadi memungkinkan pembentukan awan konvektif, terutama di wilayah barat dan selatan.
Selain itu, kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman dan pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna berkontribusi pada pembentukan zona konvergensi yang mendorong intensitas hujan. BMKG mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, meskipun akumulasi hujan tergolong sedang.





Komentar 0