Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim hujan di Indonesia akan dimulai pada bulan November dan Desember. Namun, dinamika atmosfer yang ada saat ini dapat memicu pembentukan awan hujan lebih awal, dengan lebih dari 77 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan menengah pada awal November 2026. Sementara itu, 20 persen wilayah lainnya diperkirakan akan mengalami curah hujan rendah.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya seperti Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin diperkirakan akan memengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di bagian barat dan selatan. Selain itu, sirkulasi siklonik yang diperkirakan terbentuk di Laut Andaman dan Samudra Pasifik juga dapat memengaruhi pola angin regional, meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
BMKG mengingatkan bahwa meskipun akumulasi curah hujan pada skala dasarian diprediksi masih dalam kategori rendah-menengah, potensi hujan signifikan dalam skala harian harus tetap diwaspadai. Daftar daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat pada hari ini, Selasa (27/10), akan diumumkan lebih lanjut.





Komentar 0