Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, mengajak ASN BKKBN Provinsi NTT untuk meningkatkan profesionalisme dan inovasi dalam mengembangkan sumber daya manusia. Dalam pembinaannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas aparatur untuk memastikan program kependudukan dan keluarga berjalan efektif, terutama dalam menghadapi peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Budi menyoroti bahwa 68,94 persen dari 284,67 juta penduduk Indonesia berada dalam usia produktif, yang harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan perekonomian.
Budi juga menyatakan bahwa tanpa pendidikan, kesehatan, dan keterampilan yang memadai, jumlah penduduk usia produktif tidak memberikan keuntungan bagi ekonomi. Oleh karena itu, investasi dalam pembangunan manusia harus dimulai sejak dini, dengan keluarga sebagai lingkungan pertama yang berperan dalam pembentukan karakter dan nilai kehidupan. Ia menekankan pentingnya pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga untuk menciptakan generasi yang sehat dan terdidik.
ASN BKKBN di NTT diharapkan tidak hanya menjalankan program secara administratif, tetapi juga membawa inovasi yang berdampak positif pada kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan kapasitas aparatur ini dianggap penting untuk memanfaatkan bonus demografi guna mempercepat pembangunan kualitas manusia dan ketahanan keluarga.
Dengan pendekatan kerja yang progresif, Budi optimis ASN BKKBN NTT dapat berkontribusi lebih besar dalam menyiapkan generasi unggul dan mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Di tengah tantangan yang ada, profesionalisme menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan perubahan di dunia kerja.





Komentar 0