Gannon Ken Van Dyke, anggota militer AS, terlibat kasus insider trading dengan memanfaatkan informasi rahasia terkait operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Ia diduga meraup keuntungan sekitar Rp7,24 miliar melalui platform Polymarket, dengan memasang taruhan yang mencakup posisi 'US Forces in Venezuela' dan 'Maduro out'. Van Dyke didakwa dengan tiga tuduhan pelanggaran dan terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.
Dakwaan menyebutkan bahwa Van Dyke menyalahgunakan aksesnya terhadap informasi rahasia untuk keuntungan pribadi, termasuk memindahkan dana ke brankas kripto luar negeri. Kasus ini menarik perhatian karena melibatkan penyalahgunaan informasi pemerintah dan menjadikan pasar prediksi sebagai tempat untuk kegiatan ilegal. Penyelidikan masih berlangsung, dan pihak Polymarket telah melaporkan kasus ini ke Departemen Kehakiman.





Komentar 0