Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terlibat dalam rantai pasok energi nasional. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa koperasi memiliki potensi besar dalam pengelolaan energi berbasis komunitas dan mendukung upaya kemandirian energi. Salah satu langkah konkret adalah pengumpulan minyak jelantah untuk bahan bakar penerbangan, yang kini mulai dilakukan di Purwokerto, Jawa Tengah.
Kemenkop juga bekerja sama dengan PT Pertamina NRE untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mikro dengan kapasitas di bawah satu megawatt (MW). Proyek percontohan pertama di Desa Sembur Laut, Pulau Galang, Kepulauan Riau, telah beroperasi dan memasok listrik untuk fasilitas penyimpanan ikan dan pabrik es.
Ferry menambahkan bahwa Kemenkop berupaya mengkonsolidasikan pengelola sumur minyak rakyat melalui koperasi untuk meningkatkan legalitas dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Kemenkop mengajak Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) untuk berkolaborasi dalam pengembangan proyek energi, termasuk penyediaan PLTS.
Aspebindo berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait energi melalui edukasi dan advokasi, serta membuka akses pasar dan kemitraan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan koperasi dapat berkontribusi signifikan dalam memperkuat rantai pasok energi nasional.





Komentar 0