Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap produksi beras, terutama di provinsi sentra produksi padi. Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa infrastruktur pengairan, termasuk pompanisasi dan irigasi perpipaan, terus diperkuat. Meskipun diperkirakan terjadi tekanan produksi beras hingga ratusan ribu ton, pemerintah optimis dapat menjaga kecukupan pasokan hingga akhir tahun.
Target tambahan produksi padi pada Desember sebesar 1,5 juta ton diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasional. Selain itu, pemerintah juga memperkuat intervensi pasar untuk melindungi daya beli masyarakat dan mengendalikan harga pangan, termasuk penyaluran bantuan pangan beras kepada 33,24 juta keluarga. Berbagai upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, serta mengendalikan inflasi.





Komentar 0