Departemen Pertahanan AS mengumumkan strategi baru yang mengharuskan pangkalan militer utama untuk mampu beroperasi mandiri selama 90 hari tanpa dukungan eksternal. Strategi ini, yang dikenal sebagai dokumen FORTRESS, mencakup penguatan rantai pasokan dan cadangan strategis. Langkah ini diambil setelah gangguan logistik yang terjadi akibat serangan Iran, yang merupakan respons terhadap serangan gabungan AS-Israel.
Menteri Perang Pete Hegseth menekankan pentingnya persiapan untuk mengurangi ketergantungan pada infrastruktur sipil yang rentan terhadap konflik bersenjata. Pembangunan reaktor nuklir kecil dan bank baterai juga dibahas sebagai bagian dari program ini, di tengah meningkatnya ketegangan sebelum pemilihan paruh waktu AS.





Komentar 0