Seorang pria bernama Kevin T. diduga melakukan penembakan di pinggiran Paris, menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Setelah ditangkap pada 23 Oktober, ia dibebaskan ke unit psikiatri untuk observasi setelah pemeriksaan menunjukkan kemungkinan gangguan mental.
Penembakan ini dianggap sebagai "serangan teroris rasis" oleh Presiden Emmanuel Macron karena sebagian besar korban berasal dari luar negeri. Penyelidikan mengungkap adanya ganja dan kokain dalam darah tersangka, serta barang-barang berisi konten ekstrem di rumahnya. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan politik menjelang pemilihan umum di Prancis.





Komentar 0