Presiden Prancis Emmanuel Macron akan tetap melanjutkan kunjungan ke negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Qatar, dari 21 hingga 23 Oktober. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas situasi pasar energi dan menjamin pasokan bahan bakar di tengah kerusuhan yang melanda Prancis akibat protes besar-besaran terkait kenaikan biaya hidup dan harga bahan bakar. Aksi demonstrasi tersebut, yang melibatkan sekitar 550.000 orang, diwarnai dengan bentrokan antara demonstran dan polisi, menyebabkan lebih dari 2.000 orang ditahan dan ratusan lainnya terluka.
Macron pilih tetap berangkat ke Timur Tengah meski kerusuhan melanda Prancis
Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
Komentar 0