Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memutuskan untuk memperpanjang pembelajaran daring akibat penurunan kualitas udara yang disebabkan oleh kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Kualitas udara di Palu terpantau tidak sehat, dengan tingkat partikel PM2.5 mencapai 150 mikrogram. Wali Kota Hadianto Rasyid menyatakan bahwa pengumuman mengenai kemungkinan kembali ke pembelajaran tatap muka akan diinformasikan setelah pemantauan lebih lanjut.
Ia juga mengimbau orang tua untuk menjaga kesehatan anak-anak serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Pemkot mengingatkan semua satuan pendidikan untuk mematuhi edaran pemerintah demi keamanan dan kesehatan masyarakat.





Komentar 0