Spirulina, mikroorganisme berwarna hijau-biru yang kini dikenal sebagai superfood, memiliki sejarah panjang sebagai sumber pangan sejak abad ke-16. Masyarakat Aztek di Meksiko dan suku Kanembu di Danau Chad telah memanfaatkan spirulina sebagai makanan bergizi, seperti Tecuitlatl dan Dihé. Penemuan nilai gizi spirulina oleh ahli botani Prancis pada tahun 1960-an mendorong perhatian dunia terhadapnya sebagai solusi untuk kelaparan.
Pada tahun 1970-an, FAO dan WHO mulai mempromosikannya, bahkan NASA mengevaluasi potensinya untuk misi luar angkasa.





Komentar 0